TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

P3N Berencana Buka Pabrik Gula di Bondowoso

12/05/2018 - 12:02 | Views: 7.37k
Tampak Ricky Issoedibyo Bersama Chairul Shaleh Rasyid saat Menerima Buku Bondowoso Republik Kopi dari Bupati Amin Said Husni didampingi Pengusaha Bondowoso H. Cung Kusaeri (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, BONDOWOSO – Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P3N) menggandeng pengusaha lokal untuk membuka Pabrik Gula (PG) di Tapen, Bondowoso, Jawa Timur. 

Choirul Sholeh Rasyid, Sekjen P3N, datang ke Bondowoso bersama dengan rekan yang lain, di antaranya Sukianto, epc. Pabrik gula, dan Ricky Issoedibjo, Ketua Bidang Industri P3N. Kedatangan mereka ke Bondowoso, untuk survei lokasi pabrik, yang ada di kecamatan Tapen milik pengusaha Bondowoso H. Cung Kusaeri.

Selesai survei lokasi, mereka langsung menghadap bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, untuk menyampaikan keinginannya membuka pabrik gula di Tapen Bondowoso.

Dalam kesempatan itu, bupati menyambut baik keinginan mereka, asalkan mereka memenuhi syarat administrasi sesuai peraturan yang berlaku dan memikirkan dampak dari pembangunan pabrik tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Amin-Husni.jpg

Dalam kesempatan itu, bupati juga sedikit memaparkan beberapa produk unggulan Bondowoso yang saat ini sudah mampu menembus pasar ekspor, diantaranya kopi, beras organik, kunyit dan jahe serta potensi lainnya. 

Sementara penyedia lahan, untuk membangun PG tersebut, adalah seorang pengusaha lokal, H Cung Kusaeri, dengan luas lahan sekitar tiga hektare. Untuk stok tebu juga menjadi tanggungjawab H Cung. Sementara lahan yang dibutuhkan sekitar 1000 sampai 1500 hektar tebu.

Menurut Sekjen P3N, Chairul Shaleh Rasyid, jika ini terwujud, maka akan banyak tenaga kerja baru di Bondowoso yang terserap, dan pihaknya akan segera mengurus persyaratan administrasinya.

“Setelah kami kembali ke Jakarta, kami akan menyelesaikan persyaratan, Insyaallah bulan Ramadhan sudah mengajukan perizinan ke Bondowoso,” katanya, Jumat (11/5/2018) sore.

Masih menurutnya, pabrik yang dibangunnya nanti memiliki kapasitas 500 sampai 1000 TDC, dengan nilai investasi sekitar Rp 60 sampai Rp 70 miliar. 

Bondowoso dipilih sebagai pembangunan PG, kata Chairul, karena beberapa pertimbangan. Di antaranya, Bondowoso mempunyai tanaman tebu yang lebih melimpah, ketimbang tebu yang diolah oleh PG sekitar. Bahkan tebu Bondowoso banyak dikirim ke Situbondo.

Husni.jpg

Kemudian, alasan selanjutnya, karena adanya kemitraan dengan petani lokal, H Cung Kusaeri, dan juga adanya support dari pemerintah setempat dan para ulama.

Dalam kesempatan itu, Ricky Issoedibyo yang memiliki banyak pabrik di berbagai daerah dan merupakan kolega dari Menteri Perindustrian juga meminta buku “Bondowoso Republik Kopi”. Karya tersebut nantinya akan disampaikan ke Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

"Saya ini keturunan Bondowoso lho pak Bupati, tadi saya juga nyekar ke Makam Kironggo," kata Issoedibyo. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search