TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Sejumlah Negara Paparkan Single Window System, Mana yang Paling Baik?

12/05/2018 - 08:27 | Views: 4.32k
Perwakilan delegasi negara dalam konferensi internasional COMCEC di Universitas Jember, Jumat (11/5/2018). (FOTO: Desi Wahyuningsih/TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, JEMBER – Sejumlah perwakilan negara dalam konferensi internasional yang diselenggarakan Committee for Economic and Commercial Cooperation (COMCECdi Universitas Jember (UNEJ) pada Jumat (11/5/2018), memberikan pemaparan terkait pelayanan satu pintu (single window system/SLRT) yang berjalan di negaranya. Bagaimana pemaparan mereka?

Terdapat empat delegasi di antaranya Azerbaijan, Bangladesh, Pakistan, serta Indonesia yang memaparkan single window system. Khususnya di Indonesian dikenal sebagai Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

Pemaparan delegasi Azerbaijan, Emin Alirzayef mengatakan bahwa program single window system yang berjalan di negaranya telah berbasis daring (online). Sehingga, program tersebut tidak melibatkan fasilitator.

"Kami tidak melibatkan fasilitator dalam single window system ini karena kondisi sosial masyarakat Republik Azerbaijan yang melek teknologi," kata Emin.

Berbeda dengan pemaparan yang disampaikan delegasi dari Bangladesh. Dalam penjelasannya, Ahmed Ziyaur Rahman, perwakilan delegasi Bangladesh mengatakan, program single windows system yang dimulai pada tahun 2017 di negaranya masih pada tahap uji coba. Sampai saat ini progran tersebut telah menjangkau 66 lokasi di Bangladesh.

"Dimana dalam penjalanan program tersebut melibatkan fasilitator dalam tingkat terkecil. Serupa dengan di Indonesia, progam single windows system di Bangladesh juga merupakan program tersentralisir yang bersifat rujukan," tutur Ahmed.

Lain halnya dengan Pakistan yang telah memulai program ini sejak 2008. Menurut Noor Rahman Khan, delegasi dari Pakistan, dalam pelaksanaannya Pemerintah Pakistan menggandeng media massa dalam mensosialisasikan program tersebut.

Abdurrahman Syed Abubakar dari Sekretariat Nasional SLRT mengatakan bahwa Indonesia cukup maju dalam pelaksanaan program single window system atau dalam nomenklatur Indonesia disebut SLRT.

“Hal tersebut juga didukung adanya data 50 persen penyelesaian keluhan yang masuk ke sekretariat SLRT aktif dapat diselesaikan melalui program daerah,” ungkapnya.

Namun dalam pelaksanaannya, menurut dia tetap menemui adanya kendala seperti pemutakhiran data dan penetapan sasaran. “Penetapan sasaran masih menjadi PR besar, namun dengan adanya SLRT ini merupakan bukti bahwa negara hadir. Ruh Pancasila hadir dalam sendi kehidupan masyarakat,” pungkasnya di hadapan peserta seminar COMCEC. (*)

Jurnalis :
Editor :
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search