TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Jepang Adopsi Alat Pendeteksi Gerak Tanah Milik LIPI

10/05/2018 - 14:45 | Views: 3.06k
Kabid Inkubasi dan Alih Tehnologi Pusat Inovasi LIPI, Dr Sasa Sofyan Munawar. (FOTO: Widodo Irianto / TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, MALANG – Kepala Bidang Inkubasi dan Alih Teknologi Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Sasa Sofyan Munawar mengatakan, Jepang telah mengadopsi alat pendeteksi pergerakan tanah yang dikembangkan LIPI.

Baru-baru ini, memang dua peneliti dari LIPI berhasil mengembangkan teknologi untuk mendeteksi pergerakan tanah dan bermuara pada pendeteksian tanah longsor. 

"LIPI memang memiliki bidang-bidang yang khusus meneliti dan mengembangkan teknologi pada masing-masing keahliannya. Salah satunya bencana alam," ujar Sasa.

Penilitian itu dilatarbelakangi oleh letak geografis Indonesia yang berada pada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik dan membuat Indonesia  rawan peristiwa bencana alam terutama gempa bumi dan letusan gunung berapi.

"Teman-teman di LIPI terus mencari data-data yang berkaitan dengan kemungkinan bencana. Jadi memang ada peneliti yang berasal dari orang-orang teknik," katanya.

Di Bandung itu, kata dia, ada pusat penelitian Geoteknologi. Para peneliti di sana bukan hanya memikirkan alat namun mereka menggali informasi tentang potensi-potensi bencana.

Mereka inilah yang kemudian bekerjasana dengan peneliti di Pusat Penelitian Fisika yang telah. menemukan alat pendeteksi pergeseran tanah itu.

"Nah alat ini yang sekarang dilirik oleh Jepang karena alat-alat Jepang tidak memiliki sensor dengan kemampuan tertentu seperti yang dimiliki LIPI. Alat itu kemudian diadopsi. Jepang kan terkenal dengan peralatan-peralatan bencananya, tapi mereka tidak memiliki tehnologi dengan sensor itu, sehingga mereka mengapdosinya," paparnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search