TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Polres Bojonegoro Jaring 317 Pelanggar di Bawah Umur Selama Patuh Semeru 2018

10/05/2018 - 14:09 | Views: 2.38k
Operasi Patuh Semeru 2018 serentak dilakukan seluruh Indonesia selama dua pekan, Kamis (10/5/2018) (FOTO: Humas Polres/TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, BOJONEGOROOperasi Patuh Semeru 2018 yang digelar jajaran Sat Lantas Polres Bojonegoro selama tanggal 26 April hingga 09 Mei 2018 telah berakhir. Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua pekan itu tercatat telah terjadi 2.993 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, ada 317 pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara anak di bawah umur.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selama pelaksanaan Operasi Patuh 2018, jajaran Sat Lantas Polres Bojonegoro telah menindak 2.993 pelanggaran, dengan rincian, 2.754 pelanggaran diberikan tilang dan 239 pelanggaran diberikan teguran. Dari jumlah keseluruhan pelanggaran tersebut, 10,59 persen atau sejumlah 317 pelanggaran, di lakukan oleh pengendara anak di bawah umur.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS SH SIK MH, mengungkapkan, bahwa dalam Operasi Patuh Semeru 2018, terdapat 7 pelanggaran prioritas yang menjadi target dalam operasi tersebut, diantaranya, pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, pengendara atau pengemudi kendaraan yang melanggar arus, pengendara atau pengemudi yang menggunakan HP saat berkendara, pengendara atau pengemudi dalam pengeruh alkohol, pengendara atau pengemudi yang melebihi batas kecepatan.

“Dan pengendara atau pengemudi yang masih di bawah umur atau masih di bawah usia 17 tahun.” jelas Kasat Lantas.

Berdasarkan jumlah tingkat pelanggaran yang didapati petugas selama pelaksanaan adalah sebagai berikut, pengemudi roda dua ada 168 pelanggaran tidak menggunakan helm SNI, roda empat ada 141 pelanggaran tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan.

Pelangaran melawan arus ada 240 orang, pengendara menggunakan HP saat mengemudi nihil, pengemudi dalam pengaruh alkohol, nihil. Pengendara yang melebihi kecepatan juga nihil.

“Untuk pelanggaran pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur, sejumlah 317 pelanggaran.” jelas Kasat Lantas.

Sedangkan sisanya sebanyak 2.127 pelanggar, adalah pelanggaran pengendara yang tidak dilengkapi dokumen atau surat-surat berkendara, pelanggaran kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, pelanggaran rambu-rambu lalu-lintas dan marka jalan, pelanggaran kendaraan roda empat yang memuat tidak sesuai ketentuan, seperti kendaraan bak terbuka untuk memuat orang.

Lebih lanjut, Kasat Lantas berpesan kepada para pengguna kendaraan bermotor, hendaklah saat berkendara selalu melengkapi dengan dokumen yang sah, baik dokumen kendaraannya maupun pengendaranya, seperti STNK dan SIM. “Selain itu kelengkapan dan antribut kendaraan juga harus sesuai dengan spesifikasi teknis atau standar yang dipersyaratkan serta mesin kendaraan juga harus sesuai standart pabrikan.” 

Kasat Lantas berharap agar masyarakat terus meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas menurun.

Terakhir, Kasat lantas juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak memberikan izin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara di jalan raya. Selain membahayakan anak tersebut, juga dapat membahayakan orang lain.

“Mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Stop Pelanggaran. Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan,” pesan Kasat Lantas. (*)

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher :
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search