TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

BI: Ekspor dan Pariwisata adalah Salah Satu Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global

11/10/2018 - 16:30 | Views: 11.97k
Mirza Adityaswara saat bicara di seminar (FOTO: BI)

TIMESSANGGATTA, JAKARTA – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan peningkatan ekspor dan pariwisata merupakan sebagian kunci ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Menurut Mirza, proses normalisasi negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS), memang membawa dampak global, khususnya terhadap negara berkembang, bahkan sejak dicanangkan pada Mei 2013.

"Demikian pula neoproteksionisme yang dimulai pada 2016 dan semakin mengalami boom pada 2018. Kebijakan-kebijakan ekonomi AS dan Tiongkok, khususnya, membawa pengaruh kepada negara berkembang, termasuk dari sisi nilai tukar," katanya dalam seminar Reinventing Bretton Woods Committee yang mengambil tema “The Shadow of Neo Protectionism and Coping With The Challenges of The Normalisation Process”, yang dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Kamis (11/10/2018) di Bali.

Dalam kondisi global tersebut, Indonesia sebagai negara yang memiliki defisit transaksi berjalan terus menjaga agar defisit tersebut berada pada level yang aman.

"Defisit transaksi berjalan Indonesia saat ini terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar memang sangat membutuhkan fasilitas seperti bandara, pelabuhan dan tol laut," ulas dia.

Di samping infrastruktur, tambahnya, impor minyak Indonesia juga menjadi salah satu faktor berpengaruh saat ini. "Untuk itu, Pemerintah telah mendorong penggunaan B20, yaitu bahan bakar yang dicampur dengan minyak kelapa sawit, untuk mengurangi kebutuhan impor," ujarnya.

Dalam seminar yang membahas soal bagaimana menghadapi bayang-bayang neoproteksionisme dan proses normalisasi kebijakan negara maju itu, Deputi Gubernur Senior BI ini berpendapat dengan kebutuhan impor yang masih besar, semakin penting bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan pariwisata. "Berbagai destinasi wisata pun terus dikembangkan, agar wisatawan asing memiliki pilihan destinasi selain Bali. Jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia ditargetkan terus bertambah, yaitu 20 juta orang pada 2020 dan 25 juta pada 2025, yang diharapkan dapat menambah penerimaan devisa negara" kata Mirza Adityaswara(*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search