TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Soal Kartu Tani, API Minta Pemkab Lamongan Lebih Proaktif

11/10/2018 - 15:47 | Views: 11.36k
API menggelar sarasehan tani di Gedung Handayani, Dinas Pendidikan Lamongan, Kamis, (11/10/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)

TIMESSANGGATTA, LAMONGANAPI (Asosiasi Petani Indonesia) Cabang Lamongan, Jawa Timur, menilai program Kartu Tani yang diluncurkan pemerintah pusat, belum berfungsi secara maksimal di Kabupaten Lamongan.

“Banyak petani di Lamongan yang belum mengetahui fungsi Kartu Tani, dan juga pendistribusiannya yang belum merata,” ucap Ketua Dewan Tani Kabupaten Lamongan, Madekhan Ali, di sarasehan tani bertemakan "Mempertanyakan manfaat Kartu Tani untuk petani di Kabupaten Lamongan" di Gedung Handayani, Dinas Pendidikan, Kamis, (11/10/2018).

Lebih lanjut dikatakan Madekhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, melalui Dinas Pertanian, disebutnya belum memiliki komitmen untuk melaksanakan program Kartu Tani di Lamongan.

"Mereka (petani) tidak mengetahui fungsinya, selama ini mereka sekedar menerima kartu, terkait penerapannya masih belum. Kami menganggap, Pemkab belum komitmen, diindikasikan dengan rendahnya dukungan dana untuk petugad PPL untuk mendampingi penerima Kartu Tani," katanya.

Di sarasehan yang juga dihadiri Sekjen API, M Nurudin, Kepala Dinas Pertanian, Imam Susanto dan Manager BNI Gresik, Dwi S, Madekhan, meminta Pemkab Lamongan, supaya lebih proaktif dalam mendukung program dari pemerintah pusat dengan memaksimalkan program Kartu Tani.

"Sosialisasi dan pendampingan penggunaan Kartu Tani tidak dilaksanakan dengan baik, dengan berbagai alasan dukungan dana APBD Lamongan yang tidak memadai," ujarnya.

API Lamongan juga meminta Pemkab Lamongan, segera mendistribusikan Kartu Tani dan sekaligus mensosialisasikan manfaat Kartu Tani ke petani Lamongan, melalui peningkatan kinerja Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

"PPL harus didayagunakan mendampingi petani untuk memanfaatkan Kartu Tani, karena Kartu Tani dari pemerintah pusat tidak bisa digunakan petani Lamongan karena tidak ada fasilitas dari Pemkab," tutur Madekhan.

Sementara itu, terkait pendistribusian Kartu Tani, Kepala Dinas Pertanian, Imam Susanto, menyebut, sampai 5 Oktober 2018, Kartu Tani yang sudah tersalurkan sebanyak 73. 674.

“Dari jumlah petani seharusnya 131.056, belum tersalurkan kurang 57.382,” ucap Imam.

Di tempat yang sama, Manager BNI Gresik, Dwi S, juga mengamini bila belum sepenuhnya menyalurkan semua Kartu Tani untuk petani Lamongan. “Baru 60 persen yang sudah terdistribusikan,” ujarnya.

Dwi mengaku, BNI terkendala keterbatasan tenaga dalam mendistribusikan Kartu Tani, karena harus mengkover dua Kabupaten Lamongan dan Gresik. “Tugas BNI menyalurkan 134 ribu Kartu Tani di Lamongan,” katanya, di sarasehan yang digelar API Cabang Lamongan. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Lamongan
Copyright © 2018 TIMES Sanggatta
Top

search Search